Perpaduan rasa manis dan asam pada yoghurt bisa membantu menetralisir rasa mual yang dialami ibu hamil. Yoghurt juga mengandung bakteri baik yang bisa membantu memperbaiki sistem pencernaan dan menenangkan perut yang mengalami rasa mual. Minyak lavender termasuk salah satu bahan alami yang dapat membantu mengurangi dan menghilangkan mual saat hamil. Mual saat hamil hingga muntah memang hal yang biasa, tapi jika berlebihan juga tidak akan baik bagi tubuh ibu dan perkembangan janin. Saat muntah, makanan yang telah masuk ke dalam perut ibu akan keluar kembali sebelum sempat diserap nutrisinya.

Cara mengatasi mual mual pada saat trisemester

Minum jahe hangat atau vitamin B6 yang dapat mengatasi mual dan muntah pada sebagian ibu hamil. Mual muntah saat trimester 3 disebabkan oleh produksi hormon progesteron alias hormon kehamilan yang semakin meningkat. Hormon ini menyebabkan beberapa otot di tubuh, termasuk tenggorokan, menjadi lebih relaks.

Sedangkan bagi penderita mual parah, kandungan prochlorperazine bisa menjadi salah satu solusi. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap konsumsi obat dan suplemen harus dalam pengawasan dokter. Dosis berlebih dapat menimbulkan efek negatif dan membahayakan kesehatan ibu dan janin. Jika mual muntah saat hamil masih bisa diimbangi dengan asupan nutrisi, tak perlu terlalu khawatir. Morning illness adalah gejala kehamilan yang umum pada ibu hamil.

Baru-baru ini, PRENAGEN juga mengeluarkan varian rasa Yoghurt strawberry. Dibandingkan dengan yoghurt biasa, PRENAGEN Yoghurt bisa dikonsumsi ibu hamil pada segala usia baik saat mual muntah maupun usia kehamilan yang besar. Menariknya, susu ini dapat dilarutkan dengan air dingin sehingga dapat menambahkan rasa segar saat dikonsumsi. Usahakan untuk tetap bergerak seperti berjalan kaki sejenak atau olahraga lainnya. Sebelum memilih olahraga saat trimester ketiga, ada baiknya Mama berkonsultasi pada dokter agar memastikan olahraga yang dipilih aman dilakukan.

Makanan yang dingin atau bersuhu ruangan lebih dapat ditoleransi karena bau dan rasanya kurang kuat dibandingkan makanan yang disajikan hangat atau panas. Bunda juga mungkin merasa perut lebih nyaman saat memakan makanan yang lebih dingin karena aromanya tidak akan sekuat itu. Sayangnya, belum banyak penelitian yang mendukung keberhasilan terapi ini.