Namun, kondisi tersebut berangsur reda dan menghilang pada trimester kedua. Supaya asupan nutrisi untuk janin tercukupi, Reny memaksakan diri tetap makan. Dibantu obat antimual dan suplemen folic acid,’’ ungkap ibunda Ciara tersebut. Jika mual dan muntah yang Anda alami sangat parah sehingga tidak dapat diatasi dengan cara alami, mungkin Anda menderita hiperemesis gravidarum.

Cara mengatasi mual mual pada saat trisemester

Tidak hanya mengurangi mual dan muntah, vitamin B6 juga bisa memberikan stamina lebih untuk ibu hamil dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ibu hamil butuh asupan vitamin B6 untuk mengurangi mual dan muntah di masa kehamilan. Jahe merupakan salah satu rempah yang dapat membantu mengatasi mual saat hamil.

Makan dalam porsi kecil tetapi sering juga bisa membantu mengatasi mual pada ibu hamil. Hindari makan langsung dalam porsi besar dan membuar perut Anda terlalu begah. Makanlah perlahan dan kunyahlah secara perlahan untuk mengurangi asam lambung.

Minum cairan ekstra dan obat resep jika Moms merasakan morning sickness yang parah. Saat kamu mencium aroma yang tidak disukai, kamu akan merasakan mual dan muntah. Cobalah hirup wewangian beraroma segar, seperti lemon atau rosemary untuk mengurangi mual saat hamil muda. Alternatif lain untuk menghilangkan mual saat hamil adalah menghirup aromaterapi, seperti minyak lavender, jahe, dan peppermint. Namun, jika aromaterapi justru menyebabkan mual semakin parah atau muntah-muntah, maka segera hentikan penggunaannya.

Jahe sudah lama dimanfaatkan untuk membantu pencernaan dan meredakan sakit perut. Jahe terbukti sangat efektif untuk mengatasi mual pada saat kehamilan dan direkomendasikan oleh the American College of Obstetrics and Gynecology. Jahe dapat menstimulasi pergerakan saluran pencernaan, aliran air liur, serta sekresi cairan lambung dan empedu. Sebuah studi menunjukkan bahwa 70% dari wanita hamil yang diberikan 250 mg bubuk jahe merasakan keluhan mual dan muntah yang jauh berkurang dibandingkan saat diberikan plasebo. Sebuah penelitian di Amerika mengungkapkan, bahwa mual muntah selama kehamilan bisa mengurangi risiko keguguran. Bahkan, resiko keguguran akan meningkat drastis menjadi 12 kali lipat pada Ibu hamil yang berusia lebih dari 35 tahun yang tidak merasakan mual dan muntah.

Meditasi juga dapat membantu Anda rileks dan menyingkirkan pikiran negatif. Istirahat dan rileks bisa membantu ibu mengatasi rasa mual dan muntah. Karena saat Ibu mengalami stres dan lelah, ini hanya akan memperburuk rasa mual.

Mama juga bisa mengatasi mual ini dengan ramuan rempah-rempah. Air seduhan jahe atau olahan lainnya dapat menurunkan rasa mual dan membuat tubuh jadi lebih tenang. Namun, Mama juga perlu mengatur porsinya sebab jahe dapat menjadi pengencer darah.