Bila terpaksa diperkenalkan dengan gadget pada usia bulan, pilih media digital yang memiliki program yang berkualitas dan sesuai usia. Lalu untuk membatasinya lagi, hindari meletakkan gadget sembarangan karena anak bisa mengambil dan memainkannya kapan saja. Agate, sebagai pengembang recreation di Indonesia menyediakan aplikasi permainan berbasis edukasi dan hiburan. Psikolog dan Direktur Mentari Anakku Firesta Farizal menjelaskan banyak efek positif yang didapatkan dari permainan atau game asalkan disesuaikan dengan perkembangan usia anak.

Kegiatan terbaik, satu di antaranya melatih sel-sel agar cerdas kembali, hingga dapat mencapai potensi fitrahnya melalui latihan jasmani khusus. Tubuh memiliki semacam kecerdasan untuk tahu apa yang dibutuhkannya. Profesor Robert W Lovett dari Harvard Medical School adalah satu di antara tokoh yang mengajarkan penggunaan kecerdasan tubuh. Ketika anak mulai malas, anak hanya ingin melakukan kegiatan yang tidak harus berpindah atau bergerak misalnya bermaingadget. Hal ini dikarenakan anak merasa nyaman dengan keadaan seperti itu.

Selain memperkuat motoriknya, anak-anak yang sering bermain dengan teman seumuran akan membentuk rasa percaya diri dan kemampuan sosial yang lebih baik. Dan sekarang ketika anak diperbolehkan untuk makan sambil nonton atau main gadget, fokus mereka berkurang sehingga makan jadi lama dan sering tidak habis. Selain itu Mama Papa juga sekali-kali memeriksa browsing historical past dari gadget anak. Misalnya anak ketahuan membuka konten yang tidak sesuai umurnya, maka harus diberikan penjelasan dan diingatkan kembali. Ketika anak saya sudah berusia diatas 5 tahun, saya mulai menerapkan peraturan khusus untuk penggunaan gadget dan menonton TV.

Karena dengan gadget, kita bisa menciptakan kehangatan dan kebersamaan dalam keluarga. Orang tua sebagai partner anak di dunia digital selayaknya membentuk pola hubungan dengan komunikasi yang enjoyable dan baik dengan anak. Dengan memanfaatkan gawai, belajar dan menyelesaikan tugas sekolah menjadi tidak membosankan. Eksplorasi terhadap minat dan bakat anak pun bisa dijalankan secara lebih atraktif. Misalnya dengan menonton secara bersama konten-konten video yang berhubungan dengan hobi anak. Sehingga setiap anak menggunakannya, mereka tidak sendirian dan masih dalam pengawasan anggota keluarga lainnya.

Cara agar anak tidak kecanduan gadget

Anak-anak umumnya hanya peduli pada hal-hal yang mereka anggap menyenangkan atau menguntungkan saat ini. Mereka belum mampu berpikir secara jangka panjang dan menganalisa dampak positif atau negatif yang dapat mereka alami di kemudian hari. Karena itu, mereka cenderung memainkangadget terus menerus tanpa mampu menentukan batasan untuk diri sendiri tanpa bantuan orang dewasa di sekitarnya. Untuk mengatasi anak kecanduan gadget, inilah 5 poin yang harus diperhatikan orang tua, dikutip dari berbagai sumber.

“Setidaknya satu hari dalam seminggu tidak ada web agar bisa high quality time bersama keluarga,” pungkasnya. CBT ini juga digunakan untuk mengatasi anak-anak yang mengalami adiksi gadget atau disebut detox gadget. Tujuannya adalah untuk mengubah pola berpikir atau perilaku yang ada di balik kesulitan orang, dan karenanya mengubah cara mereka merasakan.

Biarkan anak bermain di luar rumah, tentu saja dengan penjagaan dan pengawasan dari kedua orangtuanya. Perkenalkan anak dengan buku bacaan sedari kecil, agar mereka memiliki kecintaan terhadap buku. Imajinasi anak-anak yang terbiasa bercengkrama dengan buku biasanya akan terlatih, sehingga tidak melulu bermain recreation di hp. Ajari bagaimana berkenalan dengan orang baru, berkomunikasi dan menjalin pertemanan ke anak seusianya. Hal ini mudah untuk dilakukan ketika berkunjung ke rumah saudara atau tetangga yang mempunyai anak sesuainya.

Bill Ratner, seorang penulis buku Parenting for the Digital Age menuturkan bahwa sebaiknya orangtua tidaklah takut untuk menerapkan aturan pada anggota keluarga di rumah. Buatlah aktivitas menyenangkan agar pikiran Si Kecil teralihkan dari gadget. Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk bersepeda atau lari pagi, memasak bersama, menggambar atau mewarnai bersama, atau berkebun di pekarangan rumah. Jika Parent Pinters mengalami masalah penyediaan biaya pendidikan anak, Pintek siap membantu dengan beragam pilihan produk pinjaman dana pendidikan yang menguntungkan. Pinjaman dengan cicilan yang terjangkau dan syarat pengajuan yang mudah.