Agar tidak marah kita harus mengingat Allah yang selalu mengawasi kita dan bersikap toleran. Dalam ilmu jiwa, akar dari emosi adalah ketidakpuasan terhadap sesuatu. Saat berlindung kepada Allah dari setan berarti dia mengakui bahwa emosi adalah perbuatan setan, dan emosi bisa dihalau dengan cara meyakini bahwa kebaikan dan keburukan semua datang dari Allah dan dia harus selalu rida dengan ketentuan-Nya. Hasil penelitian trendy menyimpulkan bahwa kemarahan berulang-ulang bisa memperpendek umur karena diserang berbagai penyakit kejiwaan dan penyakit jasmani. Katakan apa yang membuat Anda tidak nyaman tapi tidak perlu langsung menghakiminya.

Hindari kondisi yang dapat membuat Anda stres dan berakhir marah-marah. Memiliki tubuh yang sehat juga akan mempengaruhi kesehatan psychological Anda. Caranya dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang dengan porsi yang secukupnya. Tubuh tidak hanya sehat secara mental namun berat badan Anda tetap best. Melakukan yoga secara rutin bisa menjadi latihan untuk mengendalikan diri.

Untuk mewujudkan itu, terkadang orangtua marah atau merasa kesal dengan perbuatan anaknya yang di rasa sudah di luar kendali. SonoraBangka.id – Setiap orangtua pastilah ingin anaknya menjadi orang yang baik. Berupaya untuk meluangkan waktu bersama pasangan Anda, misalnya meluangkan waktu untuk minum teh bersama selama 10 menit sebelum anak Anda bangun tidur. Semakin hubungan Anda kuat dengan pasangan, maka Anda akan menjadi orangtua yang lebih baik. Terlebih, bagi mother and father yang sibuk bekerja, Dr. Laura Markham, psikolog klinis di New York City menyarankan untuk mengukir kenangan yang baik dengan anak Anda, sesibuk apapun Anda bekerja. Sebuah examine mengatakan bahwa dengan memberikan pelukan maka akan memproduksi hormon endorfin.

Di usia 6-10 tahun, anak-anak sudah mulai mengenal emosi kedua .Di sini, mereka bisa terpengaruh lingkungan, media, dan memiliki pemikirannya sendiri tentang segala sesuatu. Di usia balita, mereka sudah mulai bisa berkompromi dengan emosinya sendiri. NamunParentsharus mulai berhati-hati karena balita akan meniru respon orangtuanya dalam segala situasi. Riset menyatakan bahwa bayi berusia 6 bulan mulai bisa menyesuaikan kondisi dan mencoba mengatasi emosinya sendiri. Nah, jika si kecil masih belum mematuhi perintah Anda, coba untuk memberi peringatan lagi dengan sikap yang tegas tanpa meneriaki atau membentak anak.

Setiap anak memiliki tahapan usia berbeda untuk belajar soal kemampuan self management. Pernahkah ibu-ibu melihat kejadian seorang anak yang mengamuk dengan berlebihan? Hal itu bisa saja terjadi karena kemampuan self control atau kontrol diri pada anak tersebut yang rendah. Ketika anak meluapkan emosinya dengan melempar vas bunga, angkat atau giring ia ke tempat yang aman untuk memberinya ruang menenangkan diri. Intinya, saat melakukan semua itu, orangtua harus dalam kondisi tenang dan terkendali. Bukannya meneriaki balik si anak, menceramahinya panjang-lebar, atau bahkan menekannya dengan tujuan ia sadar terhadap kesalahannya.

Sedangkan Kuttab sebagai tempat belajar telah ada sebelum Islam datang di Makah. Kuttab sebagai lembaga pen­didikan dasar sebelum Islam telah digunakan di Makah untuk kegiatan baca tulis. Seorang sejarawan Arab mencatat bahwa orang asli Makah yang pertama mengenal tulis baca diajar oleh seorang Kristen dan bahwa jumlah orang Makah yang mengenal tulis baca ketika Islam datang adalah 17 orang.

Bisa meredakan emosi menjadikan seseorang dianggap sebagai orang yang kuat. Tuntutan menjadi ibu yang sempurna di tengah keterbatasan dapat membuat ketidakstabilan emosi. ASI adalah terbaik bagi buah hati, Bebeclub sangat mendukung pemberian ASI.

Cara  mengkontrol emosi kepada anak

Marah diperlukan agar kita dapat mengeluarkan perasaan kita yang terpendam. Lingkungan yang sehat saat anak-anak masih berusia dini, membuat mereka bisa mulai mengerti dan memahami aneka macam perasaan baik itu perasaan yang menyenangkan atau tidak. Yang penting, anda jangan berputus asa, karena semua bisa dilatih. Belajarlah untuk mengingat peringatan Allah, dan ikuti serta laksanakan.

Orang tua juga harus bisa memberikan contoh bagaimana berperilaku yang baik dan semestinya karena perilaku anak merupakan bagian dari pola asuh dari orang tua. Jika orang tua tidak dapat mengontrol emosi seperti gampang marah, maka jangan heran jika si anak akan seperti itu juga,” katanya. Orang tua dan anak pun harus memiliki kesepakatan terhadap aturan dirumah seperti waktu bermain, waktu belajar dsb dan setiap pelanggaran yang terjadi memiliki konsekuensinya.