Sebagai orang tua yang ingin anaknya untuk tidak gaptek, maka orang tua pun harus selalu belajar teknologi. Menurut Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar, anak tidak bisa disalahkan karena kecanduan gadget. Kecanduan gadget yang membuat anak tantrum, memang sulit dihadap.

Rangsangan yang berlebihan dari teknologi seperti televisi dan gadget sudah terbukti dapat memperlambat perkembangan kognitif anak. Sebagai dampaknya, anak akan mengalami gangguan proses belajar, menurunnya kemandirian, meningkatkan sifat impulsif, hingga menyebabkan tantrum. “Di satu sisi kita tak mau anak-anak kecanduan gadget, namun sekolah mengharuskan anak- anak untuk tetap menggunakannya,” jelas Annisa dalam Rompi di Aplikasi Orami Parenting. Tujuan penggunaan gadget ini juga akan berbeda-beda di tiap usia, jadi pastikan Anda memahami hal tersebut dengan baik sejak awal. perlu dipahami anak, namun bukan berarti Anda bisa membebaskan mereka untuk menggunakan perangkat tersebut sepanjang waktu.

Atau sebaliknya, ajak anak berkunjung ke rumah kerabat yang mempunyai anak seusianya. Hal itu akan memberikan anak lebih banyak akses untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Dengan adanya gadget, kita jangan menghindari karena ini sudah menjadi bagian dari keseharian anak yang tergolong digital native. Anak harus didampingi dan tahu apa yang dilakukan ketika beraktivitas on-line. Gadget juga bisa kok menciptakan keakraban atau high quality time dengan anak, menjadi sumber obrolan, bahan belajar bersama dan lainnya.

Pada kasus yang parah, kecanduan gadget pada anak mungkin memerlukan penanganan khusus baik dengan obat-obatan atau terapi. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi pada psikolog atau psikiater. Bahaya kecanduan gadget dapat menyebabkan masalah pada fisik dan mental anak. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan gadget memicu anak mengalami kelebihan berat badan, terganggunya penglihatan, hingga kejang. Menurutnya, hidup di era digital membuat anak-anak tumbuh dan berkembang dengan lebih dinamis.

Setelah orang tua paham dengan penggunaan gadget maka bisa mengajarkan informasinya ke anak didik. Sadari bahwa anak-anak tidak bisa sembarangan dilepas dengan gadgetnya. Diperlukan pengawasan dan pendampingan selama masa-masa awal pengenalan anak dengan gadgetnya.

Banyaknya aplikasi edukasi ternyata juga sangat membantu anak-anak untuk berprestasi dalam studi mereka. Karena mereka dapat melakukan kuis ataupun mendapatkan ideas belajar yang menarik dari aplikasi-aplikasi tersebut. Dengan adanya teknologi, sudah seharusnya kita memanfaatkan hal ini sebaik-baiknya. Teknologi inilah yang membantu generasi baru untuk mendapatkan segudang ilmu dengan mudah.

Game ini diatur dengan batasan waktu sehingga maksimal hanya dimainkan 1 jam oleh anak setiap hari. Game Anak Sholeh nantinya akan mudah diunduh melalui PlayStore. Karena itu, usahakan untuk tidak banyak menggunakangadgetdi depan anak dan maksimalkan waktu bersamanya dengan melakukan interaksi langsung dan melakukan kegiatan bersama. Dengan begitu, definisi menyenangkan bagi anak akan bergeser darigadgetnya. Seperti yang kita tahu, mengambil paksa gadget dari tangan mereka tentu akan membuat anak menangis. Tenangkan dan tunjukkan bahwa kamu sebagai orangtua selalu ada untuk mereka di saat menangis.

Selain bisa berdampak terhadap pertumbuhan fisik, ini juga menyebabkan anak akan kesulitan melakukan aktivitas dan belajar di pagi hari. Selain rupanya yang beragam serta warnanya yang menarik, permainan ini juga dapat membuat pola pikir anak menjadi lebih tajam dan kreatif. Anak juga akan lebih fokus untuk menyusun puzzle sehingga perhatiannya terhadap gadget pun akan teralihkan. Luangkan waktu utuk berkomunikasi langsung dengan anak, berdiskusi tentang pelajaran sekolah misalnya. Siedoo, Sudah tidak heran bila saat ini banyak yang mengenal gadget ketimbang mainan lainnya.

Tingkatkan intensitas waktu bersama anak agar anak merasa diperhatikan. Sebelum disosialisasikan pada anak, Parent Pinters harus membuat kesepakatan dulu dan berjanji untuk komitmen dengan aturan yang ada. Tegas juga dibutuhkan agar anak tidak menganggap orang tuanya plin-plan, bisa dinego soal aturan. Temukan kembali kebersamaan yang hilang antara orang tua dan anak. Cara ini akan membuat anak lebih senang dan merasa diperlakukan adil.

Cara agar anak tidak kecanduan gadget

Orami bisa menjadi market andalanmu untuk menemukan mainan edukasi yang baik untuk anak. Jangan lupa untuk gunakan #KartuKreditOrami dari #BankSinarmas agar kamu bisa menikmati beragam promo menarik. Dengan cara ini, anak akan lebih termotivasi untuk bisa mengurangi penggunaan gadget setiap harinya.